Transaksi Digital untuk Kebangkitan Perekonomian Nasional

Untuk efek jangka pendek dan menengahnya, metode transaksi digital akan menjadi solusi preventif yang akan sangat efektif dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Perihal efek jangka panjangnya, transaksi digital dipastikan dapat menjadi momentum kebangkitan perekonomian nasional. Segenap masyarakat Indonesia disarankan untuk segera beralih mengadopsi metode transaksi digital. Kelanjutan tulisan berikut ini dititik-beratkan pada usulan, alasan dan ulasan tentang mengapa kita semua harus segera beralih ke metode transaksi digital.

Indonesia Menuju Tren Baru dalam Bertransaksi

Sumber Gambar: Bank Indonesia

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia melaporkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 2017 - dengan melibatkan 4. 668 responden - tentang alasan masyarakat memilih dan menggunakan transportasi daring. Hasil survey tersebut mengerucut pada hasil bahwa 84.1% responden memilih dan menggunakan transportasi daring karena alasan "lebih murah"; 81.9% responden memilih dan menggunakan transportasi daring karena alasan "lebih cepat"; 78.8% responden memilih dan menggunakan transportasi daring karena alasan "lebih nyaman"; dan 61.4% responden memilih dan menggunakan transportasi daring karena alasan "lebih aman". Dalam hal belanja daring, sebuah penelitian mengungkap bahwa faktor kenyamanan dan resiko yang minim menjadi faktor-faktor pendorong pelajar universitas melakukan pembelanjaan daring (Kuswanto, H. dkk., 2019:11). Selanjutnya, penelitian yang menjadikan e-grocery sebagai variabel utama penelitian menjelaskan bahwa keamanan, reliabilitas serta konsistensi atas aturan merupakan layanan yang harus dimiliki oleh seluruh layanan e-grocery (Handayani, dkk., 2020:9).

Dari sudut pandang akademik, tersurat bahwa metode transaksi digital yang secara saintifik dapat didefinisikan sebagai layanan keuangan yang prosesinya dilakukan melalui media gawai (telepon seluler), komputer, perangkat NFC (near field communication), serta perangkat nirkabel lainnya (Alkhowaiter, 2020; Gabor & Brooks, 2016) setidak-tidaknya menjanjikan 6 kelebihan - yakni “lebih ekonomis, lebih efisien, lebih nyaman, lebih reliabel, lebih konsisten dan lebih aman”.

Hijrah ke Metode Transaksi Digital

Berikut ini beberapa alasan dan ulasan terkait mengapa kita semua segenap rakyat Indonesia wajib berhijrah ke metode transaksi digital. 

Jaminan Perlindungan dari Negara oleh Bank Indonesia

Sejauh ini, Bank Indonesia telah membuktikan komitmen, dedikasi serta perhatiannya dalam upaya memberi perlindungan kepada konsumen sebagai pelaku transaksi digital sebagaimana yang termanifestasi dalam "Peraturan Bank Indonesia No. 22/20/PBI/2020 tentang Perlindungan Konsumen Bank Indonesia" terkait "Prinsip Perlindungan Konsumen" yang meliputi:

  1. Kesetaraan dan perlakuan yang adil;
  2. Keterbukaan dan transparansi;
  3. Edukasi dan literasi;
  4. Perilaku bisnis yang bertanggung jawab;
  5. Perlindungan aset Konsumen terhadap penyalahgunaan;
  6. Perlindungan data dan/atau informasi Konsumen; dan
  7. Penanganan dan penyelesaian pengaduan yang efektif.

Berdasarkan uraian masing-masing poin diatas, sangat jelas bahwa negara, melalui Bank Indonesia, telah mendeklarasikan komitmen serta peranan aktifnya dalam melindungi para pelaku usaha dan sekaligus menjamin perlindungan terhadap rakyat Indonesia sebagai konsumen dalam melakukan transaksi digital. Tugas kita semua hanyalah menghilangkan fobia tentang transaksi digital lalu mulai mengadopsinya sebagai metode transaksi finansial sehari-hari. Di tahun 2021 ini, negara kita telah menjamin bahwa pengalaman kelam serta citra buruk yang diberitakan media tentang rawannya transaksi digital akan berkurang secara signifikan. 

Terukur dan Aman

Diakhir bulan, pernahkah Anda merasa pengeluaran Anda tidak sesuai perkiraan lalu kemudian Anda mencoba mengingat dan melakukan audit mandiri atas pengeluaran Anda pada bulan tersebut? Tanpa perlu bertanya "kenapa?" atau "mengapa?", Englinesian yakin Anda tentu sudah tahu kenapa dan mengapanya.

Semua setuju bahwa memiliki catatan arus keluar-masuknya uang sangatlah penting. Namun kita semua - termasuk penulis - sering menyepelekan hal tersebut karena alasan ribet. Melalui metode transaksi digital, pengalaman tersebut secara otomatis akan tereliminasi karena pembukuan seluruh riwayat transaksi akan tercatat oleh sistem (recorded by system).  Jadi, selain Anda mendapatkan pembukuan catatan arus keluar-masuk keuangan, Anda juga dapat terhidar dari "transaksi mencurigakan" yang pelakunya adalah Anda sendiri.

Selanjutnya, metode transaksi digital juga dapat menghindarkan Anda dari kejadian yang sering disebut sebagai "takdir" oleh masyarakat - dompet jatuh dan musibah berupa kejahatan di jalan misalnya. Jika dompet Anda jatuh atau Anda kebetulan lagi apes menjadi korban kejahatan jalanan, tentu seluruh isi dompet akan raib tanpa tersisa. Jika Anda adalah pelaku aktif dari metode transasi digital, Anda dapat menguragi bahkan dapat terhindar dari potensi kehilangan uang karena jikapun tanpa diminta-minta musibah menimpa Anda, penemu dompet Anda yang jatuh atau pelaku kejahatan jalanan yang mengdzolimi Anda tidak akan semudah itu menguras pundi-pundi rupiah Anda sebab metode transaksi digital dirancang dengan sangat aman. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab akan disulitkan dengan verifikasi - misalnya sandi (password) atau PIN (personal identification number) yang Anda tetapkan sebagai pengaman pundi-pundi rupiah Anda.

Efisien: Hemat Waktu dan Tenaga

Bagi Anda yang berdomisili di kota besar, macet tentu telah menjadi bagian dari keseharian Anda. Sama seperti Anda, Englinesian juga sempat berada pada posisi sebagai “korban rutin” dari kemacetan. Berkenaan dengan urusan transaksi finansial, Englinesian telah merasakan betul efisiensi yang ditawarkan oleh metode pembelanjaan dan transaksi digital.

Dengan memilih menggunakan metode transaksi digital, kita tidak perlu lagi berurusan dengan kemacetan kota yang melelahkan fisik dan mental serta menguras waktu. Hal ini tentu akan membantu secara signifikan terutama dalam hal-hal yang bersifat mendesak.

Jika dahulu kegiatan transaksi mengharuskan kita untuk bergerak mendatangi toko, kini ibarat toko-toko tersebut yang bergerak mendatangi rumah kita. Berkat kemajuan teknologi dan informasi, kini kita dapat dengan mudah melakukan transaksi tanpa harus bermandi sinar matahari saat kemarau dan bermandikan hujan saat musim penghujan – panas tidak kepanasan, hujan tidak kehujanan.

Selain dapat menghindarkan kita dari hambatan cuaca dan kemacetan, pengadopsian metode transaksi digital juga memungkinkan kita untuk berkontribusi aktif dalam upaya menjaga lingkungan melalui pengurangan produksi polusi akibat pembakaran mesin kendaraan. Bayangkan jika dalam satu hari terdapat 1000 pengendara yang tidak keluar rumah karena telah hijrah dan bermigrasi ke metode belanja dan transaksi digital. Ini berarti bahwa setidak-tidaknya lingkungan kita telah bebas dari ancaman paparan polusi 1000 kendaraan. 

Memajukan Perekonomian Nasional

Melalui pembelanjaan dengan transaksi digital, kita juga dapat berkontribusi secara langsung terhadap negara dengan menjaga rupiah tetap berputar di negeri sendiri dan oleh orang-orang kita sendiri - "bela negara tanpa senjata", demikian slogan yang terpampang pada salah satu scene video dalam kanal Youtube Bank Indonesia.


Bukan sekadar opini dari pemikiran orang awam semata, pernyataan bernada serupa turut dilontarkan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia - Ibu Destry Damayanti - yang melihat potensi UMKM sebagai penggerak ekonomi yang mampu dalam menghadapi gejolak perekonomian, terlebih dimasa-masa pandemi seperti sekarang ini.

Satu contoh kasus yang sempat ramai diberitakan di media belum lama ini adalah membludaknya pesanan sepeda lipat Kreuz. Kreuz hanyalah salah satu dari sekian banyak contoh produk UKM/UMKM buatan Indonesia yang dilaporkan sukses mencetak penjualan dengan angka yang cukup fantastis. Saat itu, penjualan sepeda lipat Kreuz dikabarkan berhasil merambah pasar internasional. Selain Kreuz, terdapat satu lagi sosok inspiratif yang sukses berjualan melalui metode digital. Sekira 2 tahun silam, sosok yang bernama ibu Irma Susanti ramai diberitakan di media berkat kesuksesannya dalam memasarkan batik hingga ke mancanegara. Tanpa adanya digitalisasi dan revolusi dalam hal transaksi, hal tersebut tentu akan sangat sulit untuk dicapai. Jangankan merambah pasar internasional, pasar nasionalpun akan sangat sulit – bahkan nyaris mustahil - untuk dijangkau.

Poin ini turut menyiratkan bahwa Anda para pelaku usaha kecil dan menengah sebenarnya memiliki peluang yang sama besarnya dengan tokoh-tokoh inspiratif diatas. Dengan metode transaksi digital, Anda tidak perlu lagi "mengkambing hitamkan" lokasi yang tidak strategis sebagai alasan mengapa bisnis Anda sulit diekspansi karena sistem pemasaran telah dimungkinkan untuk dilakukan secara daring (online) berikut dengan hal-hal yang berkenaan dengan transaksi pembayarannya. Terlebih lagi, negara kita melalui Bank Indonesia mendukung penuh praktek-praktek positif seperti ini. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan emas ini. 

“4M” untuk Covid-19

Dari sudut pandang ekonomi, semua dari kita telah mengetahui bahwa manusia merupakan makhluk yang terikat akan kebutuhan ekonomi dan merupakan makhluk yang selalu memikirkan upaya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan prinsip ekonomi. Oleh karena urusan ekonomi, uang dapat berpindah tangan dengan sangat cepat. Dari kacamata ekonomi, hal tersebut tentu merupakan sebuah pertanda yang baik. Namun, dari sudut pandang kesehatan, terlebih dimasa pandemi seperti sekarang ini, hal tersebut dapat menjadi sebuah ancaman bagi eksistensi manusia di muka bumi. Jika dahulu uang didefinisikan sebagai alat pembayaran yang sah, sejak awal tahun 2020 definisi uang bertambah - selain sebagai alat pembayaran yang sah, kini uang telah merangkap fungsi sebagai sebagai media transmisi virus.

Melalui artikel ini, Englinesian mengusulkan 1 tambahan “M” untuk menggenapi anjuran “3M” yang telah digalakkan pemerintah Indonesia selama 1 tahun terakhir ini. Tambahan “1M” yang Englinesian usulkan adalah “Melakukan Transaksi Digital” yang hanya membutuhkan benda yang relatif tidak tersentuh oleh banyak tangan sehingga lebih aman dari peluang terkontaminasi virus - melalui metode QRIS misalnya.

Dengan mengadopsi metode transaksi digital melalui QRIS, selain Anda dapat mengurangi potensi terjangkit Covid-19, Anda juga turut membantu pelaku usaha dari segi ekonomi dan menyelamatkan pelaku usaha tersebut dari segi kesehatan dengan mengurangi peluang interaksi fisik yang sering terjadi secara tidak sadar pada saat pembayaran. Olehnya, berhijrah ke metode transaksi digital dipandang sebagai solusi yang sangat bijaksana untuk segera kita lakukan - demi diri sendiri, keluarga serta demi Indonesia.

Ragam Media Bertransaksi Digital

Saat ini, telah telah terdapat banyak sekali aplikasi “all-in-one service” (layanan "semua dalam satu portal") yang memungkinkan kita melakukan transaksi untuk pemenuhan kebutuhan secara digital. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan situasi, kebutuhan dan preferensi Anda. Beberapa media yang populer digunakan antara lain:

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)

"QRIS" yang merupakan singkatan dari "Quick Response Code Indonesian Standard" adalah salah satu produk unggulan Bank Indonesia yang menjanjikan kemudahan dalam hal bertansaksi (baca: Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia Nomor: 21/1/KEP.DG/2019 dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.21/18/PADG/2019​). Dalam penggunaannya, transaksi melalui QRIS hanya membutuhkan aktivitas memindai (scan) kode QR saja. Setelah pemindaian (scanning) selesai, maka secara otomatis tagihan Anda akan dipotong sesuai dengan harga dari produk yang Anda inginkan. Jika Anda berkunjung ke sebuah gerai dan melihat kode QR seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini, silahkan Anda coba kemudahan bertansaksi dengan secara digital melalui QRIS. 

QRIS - Englinesian
Simulasi Penggunaan QRIS - Quick Response Code Indonesian Standard oleh Bank Indonesia

E-Commerce

Sependek pengetahuan Englinesian, semua e-commerce besar di Indonesia saat ini telah memiliki layanan transaksi digital yang bahkan mendukung transaksi untuk kebutuhan dasar seperti token listrik dan pulsa, pemesanan kamar hotel, tiket kereta api, tiket kapal laut, tiket pesawat, hingga donasi dan zakat. Untuk menggunakan layanan tersebut, Anda cukup mengunduh (download) aplikasi sesuai dengan preferensi Anda, lakukan pendaftaran akun dan top-up saldo, transaksipun dimungkinkan untuk dilakukan.

Bank Digital

Selain melalui jasa e-commerce, Anda juga dapat memilih layanan bank digital yang saat ini telah ramai digunakan masyarakat. Sebut saja Jenius besutan BTPN, Digibank oleh DBS, PermataME dari Bank Permata, TMRW oleh UOB, dan D-Save Danamon oleh Bank Danamon. Selain dari kelima bank digital diatas, kabarnya di tahun 2021 ini Indonesia akan kehadiran Bank Digital BCA dan layanan serupa dari Bank BRI.

Referensi

Alkhowaiter, W. A. (2020). Digital payment and banking adoption research in Gulf countries: A systematic literature review. International Journal of Information Management, 53, 102102. DOI: 10.1016/j.ijinfomgt.2020.102102

Gabor, D., & Brooks, S. (2016). The digital revolution in financial inclusion: international development in the fintech era. New Political Economy, 22(4), 423–436. doi:10.1080/13563467.2017.1259298

Handayani, P. W., Nurahmawati, R. A., Pinem, A. A., & Azzahro, F. (2020). Switching Intention from Traditional to Online Groceries Using the Moderating Effect of Gender in Indonesia. Journal of Food Products Marketing, 1–15. DOI: 10.1080/10454446.2020.1792023

Heri Kuswanto, Wildan Bima Hadi Pratama, Imam Safawi Ahmad & Mutiah Salamah. (2019.) Analysis of students’ online shopping behaviour using a partial least squares approach: Case study of Indonesian students, Cogent Business & Management, 6:1. DOI: 10.1080/23311975.2019.1699283